Pohon dan Keserakahan

Adnan 

Kayu bertumpuk dipermukiman warga dibawa arus. Sungai-sungai dipenuhi gelondongan batang pohon besar yang sudah terpotong rapi. Dulu, pohon-pohon itu berdiri gagah di hutan belantara mengolah oksigen biar udara sehat. Kini, pohon-pohon itu menjadi bukti empiris, bahwa longsor dan banjir bandang itu disebabkan pembabatan pohon oleh orang serakah.

Keserakahan itu bisa dalam bentuk penebangan pohon serampangan, pembukaan lahan sawit yang membabi-buta, pengerukan tambang tanpa izin, eksploitasi hutan secara liar, maupun penerbitan atau perpanjangan izin usaha oleh pemerintah kepada korporasi pragmatis. Akibatnya, deforestasi.

Lantas, apa hakikat pohon diciptakan Tuhan? Untuk apa pohon ada di muka bumi? Sejauh mana keberadaan pohon itu bermanfaat dalam kehidupan, sehingga ia harus dijaga dan dirawat? Apa peran manusia dalam menjaga pohon-pohon itu? Inilah deretan tumpukan tanda tanya ketika melihat pohon-pohon itu berserakan di dekat barak pengungsian.

*************

Pohon itu menggantungkan sejuta harapan. Tanpa pohon, segalanya terancam mati. Gajah, harimau, ular, burung, dan segala jenis spesies satwa hutan, hingga manusia sekalipun, bisa punah di muka bumi tanpa pohon. Tanpa pohon, oksigen buruk, udara rusak, alam penuh asap. Akibatnya, hidung sumbat, polip kambuh, paru-paru tidak sehat, menzalimi diri sendiri.

Dulu, Bani Israil diazab Allah Swt disebabkan menzalimi diri sendiri. Ini dicuplik dalam al-Quran surah al-Baqarah ayat 57. Spirit al-Quran itu melarang setiap orang untuk menzalimi diri sendiri. Ini disinyalir dalam al-Quran surah an-Nisa' ayat 110. Tuhan tidak pernah menzalimi hambaNya, tapi hamba itu yang menzalimi diri sendiri. Ini ditegaskan dalam al-Quran surah Yunus ayat 44. Diantara kezaliman itu adalah deforestasi.

Pohon itu akarnya kuat, bercabang, dan dalam. Fungsinya untuk mengikat tanah biar tidak longsor, dan menyimpan air biar tidak kebanjiran. Kekuatan pohon itu menjadi tamsilan orang-orang bertauhid dalam al-Quran surah Ibrahim ayat 24-25, akarnya kuat, cabangnya menjulang ke langit, dan buahnya lezat.

Maka, tanpa pohon, tetesan hujan jatuh ke bumi bercampur dengan tanah, sedang tanah tanpa pengikat, sebab akar pohon tak berfungsi. Akhirnya, air hujan yang bening mengubah menjadi keruh, tetesan hujan semula rahmat mengubah menjadi nestapa. Sebab, air tanpa penampungan, dan tanah tanpa pengikat. Akhirnya, banjir dan longsor sebagai akibat.

Pohon itu daunnya hijau. Kata ahli biologi, daun itu ada klorofil. Dalam al-Quran, daun hijau itu disebut sebagai akhdhar, dalam surah Yasin ayat 80. Hikmahnya, mata hanya dapat melihat lama sesuatu yang berwarna hijau. Jika telinga senang dengan bunyi-bunyian menarik, maka mata asyik dengan pandangan yang hijau. Itulah sebabnya muncul ungkapan: rumput tetangga lebih hijau.

Pohon itu gambaran nikmat surga. Di surga ada pohon bidara tanpa duri, pisang, delima, kurma, dan ragam macam buah-buahan, yang diberikan kepada orang-orang golongan kanan (muttaqin). Ini disinyalir dalam al-Quran surah al-Waqi'ah ayat 27-33. Bahkan, dalam al-Quran surah al-Hajj ayat 18 menegaskan, bahwa pohon-pohon itu sujud kepada Allah Swt.

Artinya, jika sebuah negeri masih banyak pohonnya, dan hutannya luas, pasti udaranya segar, satwa liar bahagia, manusia hidup tenang dan sehat. Itulah diantara cuplikan nikmat 'surga dunia'. Tapi, jika pohon ditebang, hutan terkikis, cuaca panas, satwa berkurang, alam tidak seimbang. Itulah diantara cuplikan 'neraka dunia'.

**************

Jagalah pohon. Jika tangan kanan menebang, maka tangan kiri menanam. Jika ditebangpun, tebanglah karena kebutuhan, bukan karena keserakahan. Jagalah hutan biar anak cucu bangsa ke depan hidup tenang, mereka tidak sibuk menghina kita sebagai nenek moyang yang tidak bertanggungjawab. Kita khalifah untuk menjaga alam, bukan merusak hutan.

Sekretaris Prodi S3 Studi Islam UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe. Email: adnanyahya@uinsuna.ac.id 

 

 

Share this Post